Alhamdulillah sudah 2 minggu berlalu sejak pertama kali menanam rumput di depan teras, rumput tumbuh subur menghijau. Senang saya melihatnya. Sekarang tinggal perawatannya saja. Masa kritis sudah berlalu. Awalnya saya pesimis rumput ini akan tetap tumbuh, karena tanah di perumahan saya ini adalah tanah sawah yg kering dan liat. Tahap selanjutnya adalah membuat lubang biopori untuk tempat limbah dapur. Target saya rumah ini akan mencapai zero waste yaitu tidak ada yang terbuang menjadi sampah yang mengotori bumi. Target yg besar di lingkungan yang kecil, think globally act locally.

Rumput yg saya tanam ini adalah jenis rumput gajah mini, daunnya lebar, dan pendek. Waktu itu saya beli 30.000 permeternya, plus ongkir 50.000. Saya beli 5 meter dengan system cod, ketika datang rumput dibungkus dalam 2 karung besar. 
Instruksi dari penjualnya, untuk menanam rumput ini cukup menggemburkan tanah yg ada sebelum diletakkan rumput diatasnya. Tetapi saya tidak melakukan hal tersebut, karena tidak punya cangkul dan agak malas juga mencangkulnya walau bisa saja saya meminjam ke tetangga. Sebagai alternatif dari ketiadaan proses penggemburan tanah itu saya membeli tanah lembang yang berwarna hitam di penjual tanaman dekat rumah, untuk area 3x2 meter saya membeli 4 karung ukuran sedang besarnya seperti karung beras ukuran 5 kilo, harga perkarungnya 20.000.

Prosesnya seperti ini, tanah lembang saya tabur menutupi tanah asli di area yg akan ditanami rumput. Kemudian saya padatkan tanah lembang tersebut, setelah itu mulai letakkan rumput satu persatu, beri jarak 10 centi antar rumput, karena nanti rumput tersebut akan melebar sendiri menutupi area kosong tadi.

Siram 2 kali sehari sebelum matahari terbit dan setelah matahari tenggelam, dan di hari minggu beri pupuk urea pink dengan ukuran 1 sendok pupuk dilarutkan ke 1 ember air.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama